Senin, 16 Mei 2011

lagi-lagi diam

Dalam diam aku mencoba menjawab segudang tanda tanya yang ada di dalam pikiranku, seiring syaraf2 yang semakin menegang, jantung pun mulai berdegup kencang bersama helaan nafas yang dalam dan panjang.

kadang tak satu pun ku temukan jawaban dari pertanyaan2 itu, namun kadang terlalu mudah untuk menjawabnya.

aku lebih suka diam, dan memperhatikan orang lain berbicara tentang rencana mereka, masalah ataupun gaya hidup tapi bukan berarti aku tak berkomentar. Bagiku terdapat cara dari apa yang mereka bicarakan untuk menjawab pertanyaanku sendiri. Dan ada cara untuk buatku tertawa.

aku senang saat dimana aku sengaja mengabaikan segala hal penting dalam hidupku, seperti melepas beban berat yang terpaku dipundakku membiarkan aku mengalir bersama waktu yang mempercepat langkahku untuk menjadikan diri ini seperti apa yang aku mau untuk sesaat, sampai tiba kepentingan, tanggung jawab dan misteri masa depan yang mengembalikan aku ke jalur dimana aku harus berpikir, menjawab, dan bertindak.

ada saat aku mulai letih dengan semua itu, dan aku pun berkata, "aahh,,,ini kan hanya hidup, hanya sebuah cara untuk aku bertemu dengan kematian tak perduli seberapa hebat aku menjadikan hidupku karena nanti semuanya akan aku tingggalkan".

entah benar atau salah namun kali ini aku tak bisa melakukan sesuatu untuk menjawab segala ekspektasi yang dikalungkan kepadaku. Maaf karena sekali lagi aku hanya bisa diam dalam keragu-raguan dan rasa ketidakmampuan.

Senin, 20 Desember 2010

Bencana Letusan Gunung Api di Indonesia

Di tahun 2010 ini Indonesia kembali ditimpa bencana, yaitu meletusnya gunung merapi yang terjadi pada tanggal 26 oktober 2010 dan 1 november 2010.
Awan panas dan lahar meluluh lantahkan semua yang ada di kaki gunung merapi. Korban tewas bencana Gunung Merapi yang tercatat sampai hari Kamis (11/11/2010) mencapai 198 orang. Sedangkan 303.233 warga Merapi menjadi pengungsi. Ini tentu merupakan salah satu bencana besar yang diakibatkan oleh meletusnya sebuah gunung berapi.

Dengan kejadian meletusnya gunung merapi kita pun seakan diselimuti ketakutan dan sekaligus diingatkan letusan - letusan dahsyat yang pernah terjadi sebelumya. Tercatat dalam sejarah geografi indonesia, ada 3 letusan dahsyat yang pernah terjadi dan memakan banyak korban. 3 gunung api dengan letusan dahsyat itu adalah letusan gunung api Toba ( 74.000 tahun yang lalu ), gunung api tambora ( 1815 ), dan gunung api krakatau ( 1883 ).

Sejarah menyebutkan letusan yang paling dahsyat adalah letusan gunung api Toba yang terjadi 74.000 tahun yang lalu. Volume letusan gunung ini bahkan mencapai 2.800 Km kubik !!!! Apabila letusan toba itu terjadi sekarang maka diperkirakan 40 - 50 % populasi manusia akan menjadi korban ( sekitar 3 milyar jiwa ) dan era manusia pun akan mendekati kepunahan. Suhu bumi pun akan turun sampai 9.4°C di bawah normal pada tahun pertama letusan Toba. Dan sepuluh tahun setelah letusan suhu akan turun sampai 1.8°C di bawah normal. Dan yang paling mengerikan adalah saat letusan Toba terjadi hanya ada 10.000 orang yang selamat di seluruh dunia. Bayangkan seperti apa letusan yang terjadi pada saat itu.

Akibat letusan ini pun terbentuklah sebuah kaldera raksasa yang sekarang kita kenal dengan sebutan Danau Toba. Mengerikan bukan.

Letusan terbesar kedua yang pernah terjadi di tanah air ini yaitu letusan dari gunung api Tambora. Sebenarnya berdasarkan penelitian, Tambora pernah meletus sebanyak 3 kali, tetapi tidak diketahui seberapa besar letusan tersebut. Ketiga letusan tersebut terjadi pada tahun 3910 SM, 3050 SM, dan 740 SM. Setelah letusan itu, gunung ini tidur selama beberapa abad. Barulah pada abad ke 19 gunung ini "terbangun".

Pada tahun 1812, Tambora muulai bergemuruh dan menghasilkan awan hitam. 3 tahun berikutnya, tepatnya pada 5 April 1815, erupsi terjadi, diikuti dengan suara gemuruh yang terdengar hingga Ternate (1400 km dari Tambora). 6 April 1815, abu gunung Tambora mencapai Jawa Timur.
Puncaknya pada jam 7:00 malam tanggal 10 April 1815, Tambora meletus dengan dahsyat. Volume letusan bahkan mencapai 50 Km kubik !! Batuan apung dengan diameter 20 cm mulai menghujani daerah sekitar Tambora. Abu letusan tersebut mencapai Jawa Barat dan Sulawesi Selatan. Letusan ini masuk dalam skala 7 VEI, dan diklaim merupakan letusan terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah. Sebelum letusan, gunung Tambora memiliki tinggi 4300 meter, dan merupakan puncak tertinggi di Indonesia. Setelah letusan, tinggi Tambora menjadi “hanya” 2900 meter.

Sebagian besar abu letusan Tambora jatuh kembali ke bumi, menghujani daerah sekitar dan menghancurkan desa Tambora. Namun, sebagian abu tidak jatuh dan dibawa angin mengelilingi bumi.

Abu tersebut menghalangi sinar matahari yang hendak masuk ke bumi. Alhasil, panas dari sinar matahari tersebut tidak mencapai bumi, sehingga suhu di bumi turun. Tahun 1816 pun dikenal dunia sebagai ‘tahun tanpa musim panas’. Di seluruh dunia terjadi gagal panen karena banyak tanaman pokok seperti padi dan gandum mati. Wabah kelaparan pun terjadi dimana-mana.

Saat letusan ini terjadi sudah berdiri sebuah kerajaan Bima yang terletak di pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat dan manusia sudah memasuki era bermasyarakat. Sehingga korban tewas mencapai 70.000 jiwa akibat dampak langsung dan 400.000 tewas akibat dampak tidak langsung !!

Dan letusan dahsyat yang ketiga datang dari gunung Krakatau. Gunung yang meletus pada tahun 1883 ini memang sangat terkenal dibandingkan dengan dua letusan diatas. Ini dikarenakan letusan ini terjadi disaat manusia mulai memasuki era modern. Sejarah mencatat bahwa Krakatau pernah meletus pada tahun 416, 535, 850, 950, 1050, 1150, 1320, and 1530 dan 1680 Masehi. Letusan Krakatau pada tahun 535 dicurigai sebagai penyebab terjadinya perubahan iklim pada tahun 535-536.

Beberapa waktu sebelum tahun 1883, aktivitas vulkanis di gunung Krakatau mulai meningkat, dengan ditandai oleh serangkaian letusan.

20 mei 1883, Krakatau mulai meletus. Kali ini Krakatau mengeluarkan abu yang mencapai ketinggian 6 km. Suara letusan dapat terdengar hingga ke Jakarta (atau New Batavia) yang berjarak 160 km dari Krakatau. Krakatau kemudian “tidur” kembali pada akhir Mei hingga pertengahan Juni.

Letusan terjadi lagi pada 16 Juni, dimana Krakatau mengeluarkan awan hitam yang menutupi pulau selama 5 hari. Pada 25 Agustus, Krakatau mulai menunjukkan tanda akan meletus lagi.

Pada 26 Agustus jam 13:00, Krakatau meletus dan mengeluarkan abu yang mencapai ketinggian 27 km. Tsunami yang tergolong kecil melanda pulau Jawa dan Sumatera seiring dengan letusan ini.

Puncaknya, pada tanggal 27 Agustus 1883, terjadi 4 letusan pada pukul 05:43, 06:44, 10:02, dan 10:41 waktu setempat. Suara letusan krakatau dapat terdengar hingga jarak 4.800 km. Letusan ini juga diikuti dengan tsunami yang dikatakan mencapai 30 meter tingginya.

Dalam skala VEI (Volvanic Explosity Index atau Indeks Letusan Gunung Berapi), letusan Krakatau mencapai angka 6 dari maksimal 8. Letusan ini setara dengan 200 megaton TNT, atau 13000 kali lebih kuat dibandingkan dengan bom atom yang meledak di Hiroshima.
Letusan Krakatau menghancurkan 165 kota dan desa di Jawa dan Sumatera, menewaskan sekitar 36.417 orang, sebagian besar karena tsunami. Letusan ini juga menghancurkan 2/3 pulau Krakatau.

sumber :
- http://mynameisrizky.blogspot.com/2010/11/tiga-letusan-gunung-berapi-terbesar-di.html

- http://blognyajose.blogspot.com/2010/04/letusan-gunung-berapi-terbesar-di.html
- http://news.solowebspace.com/update-jumlah-korban-letusan-gunung-merapi.html

Sabtu, 13 November 2010

e - book Java Web Programming

buat yang pengen belajar web programming dengan java silahkan download tutorialnya disini ..... ^^

e - book Jeni Java Programming

buat temen2 yang mo download tutorial Java silahkan klik disni ..... :)

Kamis, 11 November 2010


================================


1.

KelasKendaraanSuper.java

class KelasKendaraanSuper{
pulbic void methodAsli(){
string roda;
string stang;
string sadel;
System.out.println("Method milik KelasKendaraanSuper jalan");
}
public static void jalankan (String[]args){
KelasKendaraanSuper oks=new KelasKendaraanSuper();
oks.methodAsli();
}
void rem (String[]args){
KelasKendaraanSuper oks=new KelasKendaraanSuper();
oks.methodAsli();
}
}

SubKelasMotor.java

class SubKelasMotor extends KelasKendaranSuper{
public void methodAsli(){
System.out.println("method overrided jalan");
}
public void methodJumping(){
roda=2;
System.out.println("kendaraan ber-roda "+roda)
Super.methodAsli();
}
public static void main(String[]args){
Subkelas osk=new SubKelas();
osk.methodASli();
osk.merhodJumping();
}
}


SubKelasMobil.java

class SubKelasMobil extends KelasKendaranSuper{
public void methodAsli(){
System.out.println("method overrided jalan");
}
public void methodMundur(){
roda=4;
System.out.println("kendaraan ber-roda "+roda)
Super.methodAsli();
}
public static void main(String[]args){
Subkelas osk=new SubKelas();
osk.methodASli();
osk.merhodMundur();
}
}

2.

Lingkaran.java

public class Lingkaran{
private double jari; //attribute yang di hide
private double PI;
public Kubus(){

jari=0;
PI = 3.14;
}
private double luas(double s){//encapsulation
return PI*jari*jari;
}
public void setJari(double jari){
this.jari=jari;
}
public double getJari(){
return jari;
}
Public double getLuas(){
return luas(jari);
}
}

Selasa, 09 November 2010

Tulisan Non Formal ( puisi )

Negeri Yang Menangis

Dulu ada sebuah negeri
padangnya luas, tanahnya subur
langitnya cerah tiada panas lagi mendung
hutannya hijau lebat dan berbukit
udaranya sejuk menyegarkan
air nya dingin mengalir dari hulu hingga hilir

kini semua itu hanya cerita..
negeri yang indah jadi wahana lumpur
yang tenggelamkan suka cita dan bahagia
merapi yang asri jadi seonggoh monster yang menakutkan
menghujani mereka dengan panas dan amarah

tak ada lagi tanah....
semuanya lumpur.....
tak ada lagi langit cerah...
semuanya debu dan sulfur....

udara yang dulu sejuk jadi api yang memanggang paru paru
air yang dulu segar jadi lava beku dan lumpur...
hutan yang dulu rimba jadi padang savana yang tandus
menyisakan air mata yang menguap
dan turun ke bumi menjadi abu..

negeri yang dulu indah mempesona
kini jadi negeri yang merana
tak ada lagi sebersit senyum
hanya meninggalkan derai air mata di pipi yang ranum...

Senin, 08 November 2010

Tulisan Formal ( Pidato Narkoba )

Yth. Kepala Kelurahan Penggilingan
Yth. Ketua Rukun Warga 06
Yth. Ketua Rukun Tetangga 008
beserta staff dan jajaranya.

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pertama saya ucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat dan karunianya karena atas nikmat dan karunianya tersebut saya bisa berdiri dihadapan hadirin sekalian.
Dalam rangka membangun jiwa muda yang sehat dan generasi penerus yang cerdas maka saya mengajak kita semua untuk memperhatikan tingkah laku dan pergaulan dari putra putri kita. Banyak pada zaman sekarang ini putra putri kita sering tidak sadarkan diri dengan pergaulan yang dilakukannya. Terkadang mereka terjerumus dalam pergaulan yang tidak baik akibatnya banyak diantara mereka yang menjadi pengguna narkoba.
Keberadaan narkoba di dalam pergaulan putra putri kita seharusnya tidak dapat ditoleransi sedikit pun karena dampak yang ditimbulkan akibat penggunaan narkoba sangatlah besar. Dari beberapa penelitian ternyata penyalahgunaan narkoba dapat merusak jaringan sel syaraf otak dan juga organ - organ penting lainnya yang dapat menyebabkan kematian. Tentu kita tidak mau jika generasi muda bangsa ini rusak akibat narkoba. Kerusakan generasi muda sama saja dengan kehancuran masa depan bangsa ini. Oleh karena itu dengan memperhatikan dan menjaga putra putri kita dari pergaulan yang tidak baik akan sangat membantu untuk menjauhkan putra putri kita dari ancaman narkoba. Penjelasan tentang dampak negatif yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan narkoba juga penting untuk diutarakan kepada putra putri kita agar mereka tau akibat dari penggunaan narkoba.
Sekali lagi saya himbau kepada hadirin sekalian untuk menjaga putra putri kita dan juga memperhatikan lingkungan sekitar jikalau ada oknum - oknum tertentu yang melakukan peredaran narkoba untuk segera dilaporkan kepada pihak yang berwenang.
Sekian pidato dari saya semoga dapat menjadi perhatian yang serius untuk hadirin dan seluruh elemen masyarakat.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.